Korban Umrah Hanania Group Curhat ke Komisi III DPR RI

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

DPR menggelar audiensi dengan perwakilan korban, pengacara, dan pihak kepolisian terkait kasus penipuan umrah melibatkan Hanania Group. (CNN Indonesia)

DPR menggelar audiensi dengan perwakilan korban, pengacara, dan pihak kepolisian terkait kasus penipuan umrah melibatkan Hanania Group. (CNN Indonesia)

KLIKINDONESIA.CO, JAKARTA – Komisi III DPR RI menggelar audiensi terkait kasus dugaan penipuan dana perjalanan umrah, Kamis (18/6). Kasus tersebut menyeret PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group. Pada kesempatan itu, korban umrah Hanania Group menyampaikan keluhan mereka secara langsung.

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan korban, pengacara, dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memimpin jalannya rapat.

“Kami minta mungkin dari perwakilan korban dulu ceritanya. Dari dua tim ini, inti masalahnya apa, secara lengkap, detail, tapi tidak bertele-tele, biar kami tahu gambarannya,” kata Habiburokhman.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakili 1.200 Korban Jemaah Umrah

Selanjutnya, salah satu korban Uli Amelia Septriani menegaskan kehadirannya mewakili 1.200 korban lain. Ia bercerita bahwa dirinya masuk dalam kloter umrah pada Syawal lalu. Namun, perjalanan tersebut mendadak dibatalkan oleh pihak Hanania Group.

Menurut Uli, Hanania saat itu beralasan pembatalan terjadi karena force majeure. Alasan tersebut terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Di situ jemaah marah. Itu awal mula kami, masalah kami jemaah khususnya Syawal bermula dengan Hanania tanggal 25 Maret. Begitu banyak jemaah yang datang ke kantor mereka, kami menuntut pertemuan dan solusi,” ujarnya.

Tak Ada Itikad Baik dari Hanania

Namun, hingga saat ini Hanania belum melakukan langkah mitigasi maupun solusi konkret. Bahkan, pihak Hanania juga tidak pernah menyampaikan permintaan maaf kepada para korban.

“Itikad baik sekecil apa pun kami tidak menerima. Kami baru mendapatkannya setelah meminta pertolongan kepada Kemenhaj pada 7 April,” katanya.

Menurutnya, solusi baru muncul setelah pertemuan dengan Kementerian Haji. Pada 17 April, Hanania berjanji memberikan dana pengembalian dalam tiga termin. Pertama, sebesar 30 persen pada 29 Mei. Selanjutnya, termin kedua sebesar 40 persen pada 31 Juli. Terakhir, pelunasan 30 persen pada akhir Agustus.

Sementara itu, opsi kedua adalah reschedule pemberangkatan pada Juni hingga Juli. Opsi tersebut berlaku bagi calon jemaah yang masih ingin berangkat bersama Hanania.

Meskipun demikian, Uli mengaku belum melihat realisasi nyata dari kedua opsi tersebut. Sebab, sebagian calon jemaah hingga kini masih mendatangi Kemenhaj untuk mencari kepastian.

“Mohon izin, sampai saat ini kami belum melihat ada tindakan tersebut dilakukan. Beberapa jemaah pagi ini pun juga bergerak ke Kemenhaj,” katanya.

Dirut Hanania Group Jadi Tersangka

Sementara itu, polisi sebelumnya sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional Ahmad Syah Farhan (ASF) ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (29/5). Saat ini, Farhan juga sudah berada dalam tahanan pihak kepolisian.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat Farhan dengan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Selain itu, ia juga dijerat Pasal 486 dan/atau Pasal 607 KUHP.

Dari hasil penyidikan sementara, terungkap fakta mengejutkan terkait aliran dana jemaah. Uang setoran calon jemaah ternyata digunakan untuk kepentingan di luar proses pemberangkatan. Selain itu, tersangka juga memakai uang tersebut untuk membayar sejumlah influencer. Pembayaran itu bertujuan mempromosikan paket umrah Hanania Group. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu
Menkeu Purbaya Sebut Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun

Klik Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB