Nepal Tolak Bantuan Tim Penyelamat Pasca Banjir Bandang

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Nepal menolak tawaran bantuan pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara meski banyak korban tewas dan masih hilang. (Foto: CNN Indonesia/AFP)

Nepal menolak tawaran bantuan pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara meski banyak korban tewas dan masih hilang. (Foto: CNN Indonesia/AFP)

KATHMANDU, Klik Indonesia – Pemerintah Nepal menolak tawaran bantuan tim penyelamat dari berbagai negara sahabat. Padahal, bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-China telah menelan ratusan korban jiwa.

Hingga saat ini, pejabat setempat mengonfirmasi sebanyak 469 orang tewas akibat bencana tersebut. Selain itu, petugas juga masih mencari 1.400 korban yang dilaporkan hilang.

Meskipun demikian, Kementerian Luar Negeri Nepal tetap memilih menutup pintu bagi tim penyelamat luar negeri. Beberapa negara yang menawarkan bantuan antara lain India, China, Amerika Serikat, dan Inggris.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menerima banyak permintaan resmi, tapi kami memutuskan menolak tawaran tersebut,” kata pejabat Kemlu Nepal, dikutip The Straits Times, Jumat, 28 Agustus 2026.

Fokus Koordinasi Satu Pintu

Sebagai gantinya, pemerintah Nepal membentuk Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk menangani dampak bencana secara mandiri. Tim khusus ini bekerja di bawah pimpinan langsung Wakil Menteri Luar Negeri Nepal.

Selanjutnya, ERT akan memfasilitasi pencarian, penyelamatan, hingga verifikasi data para korban asing. Langkah ini bertujuan mempermudah koordinasi informasi agar terpusat pada satu pintu saja.

Sementara itu, juru bicara Kemlu Nepal Lok Bahadur Poudel Chettri membenarkan kebijakan penanganan terpusat tersebut. Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan tim keamanan di lapangan untuk melacak warga asing.

“Wakil sekretaris mengumpulkan data lapangan untuk kami laporkan langsung ke kementerian,” jelas Chettri.

Respons Negara Sahabat

Di sisi lain, negara tetangga seperti India mengaku sangat menghormati keputusan berdaulat Nepal tersebut. Juru bicara Kemlu India Randhir Jaiswal menyatakan kesiapan mereka untuk membantu dalam bentuk lain.

Oleh karena itu, India mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat 47,5 ton ke Nepal pada Jumat (28/8/2026). Selain India, Amerika Serikat dan Bank Dunia juga menyatakan bersedia menyalurkan bantuan logistik darurat.

Akhirnya, Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal meminta perwakilan diplomatik mereka di luar negeri aktif berkoordinasi. Dengan demikian, proses pembaruan data korban bencana dapat berjalan lancar kepada pihak keluarga.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Polisi Johor Tangkap WNI Terkait Sindikat Narkoba
Usut Narkoba Soekarno-Hatta, Malaysia Tangkap Lagi Satu Pilot
PM Malaysia Anwar Ajak Rakyat Berdoa Kabut Asap Mereda
Ribuan Barel LPG ke Indonesia, PIS: Itu Bukan Kapal Kami
Kebakaran Hebat di Hong Kong Tewaskan Puluhan dan Ratusan Hilang
Latihan Udara Manyar Indopura ke-20, Indonesia-Singapura Perkuat Pertahanan
Viral, Traveler India Ungkap Sisi Berantakan Kota Paris
Staf KBRI Lima Tewas Ditembak, Menlu RI Minta Penyelidikan

Klik Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:02 WIB

Polisi Johor Tangkap WNI Terkait Sindikat Narkoba

Rabu, 9 September 2026 - 18:15 WIB

Usut Narkoba Soekarno-Hatta, Malaysia Tangkap Lagi Satu Pilot

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Nepal Tolak Bantuan Tim Penyelamat Pasca Banjir Bandang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIB

PM Malaysia Anwar Ajak Rakyat Berdoa Kabut Asap Mereda

Rabu, 22 April 2026 - 12:33 WIB

Ribuan Barel LPG ke Indonesia, PIS: Itu Bukan Kapal Kami

Klik Terbaru

Polsek Kintom tindak lanjuti warga Meninggal di kebun (ist)

Berita

Warga Desa Padang Meninggal di Jalan Perkebunan

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:17 WIB

Pemkab Banggai Kepulauan memindahkan sementara gerai UMKM Taman Kota Salakan ke belakang Damkar guna penataan roda dan fungsi RTH.(ist)

Berita

Besok Gerai UMKM Taman Kota Salakan Ditertibkan Sementara

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:28 WIB

Bupati Poso, dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang, M.PSDM., bersama Dandim 1307/Poso Letkol Arm. Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han., dan unsur Forkopimda saat pembukaan TMMD ke-130, di Lapangan Sepak Bola Pamona Puselemba, Poso, Selasa (13/10/2026).(Ist)

Berita

Bupati Poso Buka TMMD Ke 130 di Pamona Puselemba

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:28 WIB