Panglima Jilah: Ladang Adat Dayak Bukan Penyebab Karhutla

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (CNN Indonesia)

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (CNN Indonesia)

JAKARTA, KLIK INDONESIA.CO – Pemimpin Besar Pasukan Merah TBBR, Panglima Jilah, membela praktik berladang masyarakat adat Kalimantan. Menurutnya, tradisi turun-temurun selama ribuan tahun ini bukan pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab, masyarakat Dayak menerapkan pola bertani yang ramah lingkungan sejak dahulu kala. Selain itu, mereka tidak pernah membuka lahan pertanian di kawasan gambut yang rawan terbakar.

“Orang Dayak tidak berladang di lahan gambut,” kata Panglima Jilah di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa tanah gambut memiliki lapisan yang sangat tebal. Kondisi tersebut dapat menghasilkan asap pekat yang mengganggu kesehatan saat terbakar.

Fokus pada Lahan Mineral

Selanjutnya, ia menerangkan bahwa warga adat selalu memilih lahan mineral untuk menanam padi. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyalahkan aktivitas ladang tradisional atas kebakaran besar saat ini.

“Sebelum ada perkebunan sawit, kami sudah berladang sejak ribuan tahun lalu,” tegasnya kembali.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat adat selalu mengawasi ketat ladang yang mereka bakar. Dengan demikian, proses pembukaan lahan pertanian tradisional selalu berjalan aman tanpa merusak ekosistem sekitar.

Bahkan, para tokoh adat terus aktif menyosialisasikan aturan ketat agar warga tidak sembarangan membakar. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat adat sangat peduli terhadap kelestarian alam Kalimantan.

Dukungan Pemerintah Atasi Karhutla

Pernyataan tegas ini meluncur setelah Panglima Jilah menemui Presiden Prabowo Subianto secara langsung. Pertemuan penting di Istana Negara tersebut membahas solusi penanganan bencana karhutla di Kalimantan Barat.

Namun, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang telah mengirim bantuan personel ke lokasi kebakaran. Pemerintah juga mengerahkan helikopter pemadam serta teknologi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan buatan di sana.

Sementara itu, aparat hukum terus mengejar para pelaku perusakan hutan yang merugikan negara. Sebagai contoh, penyidik Penegakan Hukum KLHK menindak tegas korporasi nakal seperti PT MAP di Kabupaten Mempawah.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Spanduk Penolakan Kedatangan Jokowi Terpasang di Kabupaten Tangerang
Video Viral, Camat Lamba Leda Utara Protes Bantuan Gempa NTT
TNI Kerahkan Tiga Pesawat untuk OMC Karhutla Kalimantan
Gangguan Listrik Hambat KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok
Menkeu Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk PPPK Penuh Waktu
Rizky Tinggalkan Touna, David Razi Lanjutkan Tongkat Estafet Memimpin Kejari
KPK Dalami Uang di Rumah Plt Gubernur Riau
Kejagung Ungkap Empat Alat Bukti Menjerat Lodewyk Pusung

Klik Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Panglima Jilah: Ladang Adat Dayak Bukan Penyebab Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Spanduk Penolakan Kedatangan Jokowi Terpasang di Kabupaten Tangerang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Video Viral, Camat Lamba Leda Utara Protes Bantuan Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:15 WIB

TNI Kerahkan Tiga Pesawat untuk OMC Karhutla Kalimantan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Gangguan Listrik Hambat KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok

Klik Terbaru

Nepal menolak tawaran bantuan pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara meski banyak korban tewas dan masih hilang. (Foto: CNN Indonesia/AFP)

Internasional

Nepal Tolak Bantuan Tim Penyelamat Pasca Banjir Bandang

Jumat, 28 Agu 2026 - 21:15 WIB

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (CNN Indonesia)

Nasional

Panglima Jilah: Ladang Adat Dayak Bukan Penyebab Karhutla

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:29 WIB

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Salakan pada Jumat (28/8/2026).

SULTENG

Bupati Bangkep Sidak Pasar Salakan Pantau Harga Bahan Pangan

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:48 WIB

 DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rapat Paripurna untuk membahas dan menetapkan Perubahan KUA-APBD serta Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026, di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Jumat (28/8/2026).

SULTENG

Ketua DPRD Banggai Kepulauan Apresiasi Tim Banggar dan TAPD

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:13 WIB

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep), Calli Warsito Supa, memimpin apel rutin pada Jumat (28/8/2026).

SULTENG

Pimpin Apel, Kabag Umum DPRD Bangkep Tekankan Kedisiplinan

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:32 WIB