KLIKINDONESIA, TOUNA – Keterbatasan fiskal tidak menghalangi Pemkab Tojo Una-Una mendekatkan pelayanan publik. Efisiensi anggaran justru mendorong pelayanan Dukcapil Tojo Una-Una bekerja lebih efektif.
Dukcapil bersama Pemkec Ulubongka turun langsung memberikan pelayanan adminduk di Desa Kasiala. Kegiatan ini menjangkau pemukiman warga di Tibe’i dan Uesora. Kawasan itu masuk pedalaman Kecamatan Ulubongka yang berbatasan dengan Morowali Utara. Kondisi geografis yang berat selama ini membuat warga sulit menjangkau pusat pelayanan.
Jemput Bola Adminduk hingga Perbatasan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan jemput bola dipimpin Kadis Dukcapil Tojo Una-Una Ruslan Siparante. Ia didampingi Camat Ulubongka Ilham Dg. Marola. Selain itu, kegiatan ini melibatkan BPBD dan Bank Sulteng Cabang Ampana melalui Fikri Adam.
Tokoh masyarakat Umar K. Ato menilai langkah ini penting. Pasalnya, banyak warga terkendala jarak dan akses menuju pusat pelayanan. Kunjungan ke Kasiala hingga pemukiman Tibe’i dan Uesora berlangsung pada 27-30 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pendataan adminduk secara lengkap. Mereka melayani perekaman KTP, pendataan KK, serta dokumen kependudukan. Menurut Umar, masih banyak warga pedalaman Kasiala yang belum memiliki KTP dan KK.
Siswa Kelas Jauh Jadi Sasaran
Pelayanan adminduk ini juga menyentuh administrasi anak di wilayah terpencil. Ketua Bapilu Golkar Abdan Lasawedi mengungkapkan temuan penting di lapangan. Siswa kelas jauh Tibe’i dan Uesora di SDN Uebone Hulu, Desa Kasiala, belum memiliki akta kelahiran.
“Siswa kelas jauh Tibe’i dan Uesora di SDN Uebone Hulu, Desa Kasiala, belum memiliki akta kelahiran. Kondisi itu menjadi fokus utama kunjungan Kadis Dukcapil dan Camat Ulubongka,” kata Abdan.
Tidak hanya melayani administrasi, Ruslan dan Camat Ulubongka menyapa guru serta siswa. Mereka memberikan motivasi agar semangat belajar di daerah terpencil tetap terjaga. Perhatian ini sejalan dengan fokus Bupati Ilham Lawidu dan Wabup Surya Lapasiri.
Efisiensi Bukan Alasan Menghentikan Pelayanan
Ruslan menjelaskan bahwa pelayanan berlangsung selama empat hari. Keputusan turun langsung itu menindaklanjuti laporan guru dan tokoh masyarakat Desa Kasiala. Pelayanan dibagi menjadi dua lokasi agar lebih banyak warga terjangkau.
Pada 27-28 Agustus 2026, petugas melayani warga di Dusun Tibe’i, Desa Kasiala. Selanjutnya, pelayanan berpusat di Desa Kasiala Induk pada 29-30 Agustus 2026. “Pelayanan ini kami laksanakan menindaklanjuti laporan dari para guru dan tokoh masyarakat Desa Kasiala,” jelas Ruslan.
Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak. Menurut dia, tekanan fiskal tidak boleh memutus hak masyarakat atas dokumen kependudukan. KTP, KK, dan akta kelahiran menentukan akses warga terhadap layanan publik.
Karena itu, keterbatasan anggaran harus memicu kolaborasi lebih kuat. Pemerintah daerah, perbankan, dan elemen masyarakat perlu bergerak bersama. Kolaborasi ini memastikan pelayanan dasar sampai ke wilayah terluar Tojo Una-Una.
Menurut Ilham, kondisi fiskal daerah dan efisiensi anggaran tidak menghentikan kepedulian banyak pihak. “Masih ada juga yang peduli terhadap kondisi para siswa dan warga yang belum memiliki KK dan KTP,” pungkas Ilham.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















