Indahnya Kota versus Realitas Pedagang Asongan di Dolok Sanggul

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Gedung Dekranasda Humbahas dipenuhi dengan pedagang asongan yang memakai gerobak becak beroda tiga

HUMBAHAS, SUMUT [KLIKINDONESIA] 

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Humbang Hasundutan (Humbahas) dikejutkan dengan ironi di balik penghargaan Adipura yang diterima pemerintah daerahnya. Di saat menerima penghargaan bergengsi di Jakarta, realitas di Doloksanggul, ibukota Humbahas, justru menunjukkan wajah yang berbeda.

Kantor Dekranasda di Doloksanggul, yang seharusnya menjadi simbol keindahan kota, justru menjadi tempat berjualan para pedagang asongan. Mereka berjualan di bahu jalan, bahkan sampai ke jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan, terutama pada hari Jumat saat pasar besar diadakan.

Parahnya, para pedagang ini dibiarkan berjualan tanpa pengawasan dari Satpol PP. Mereka bahkan dikabarkan harus membayar Rp 10.000 per minggu kepada oknum tertentu untuk mendapatkan tempat berjualan.

Kepala Dinas Kopenker Humbahas, Nurliza Pasaribu, tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait masalah ini. Namun, setelah dikonfirmasi, dia dan pegawainya langsung membersihkan ruangan luar dan dalam gedung Dekranasda.

Kasatpol PP Humbahas, Eben V. Simanungkalit, berjanji akan menertibkan para pedagang asongan. Namun, pernyataannya diragukan oleh awak media yang sering melihat langsung situasi di Doloksanggul.

Ironisnya, penghargaan Adipura yang diterima Humbahas tidak mencerminkan kondisi riil di Doloksanggul. Keberadaan pedagang asongan dan kemacetan menjadi bukti bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk mewujudkan kota yang bersih dan rapi.

Masyarakat Humbahas berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penghargaan, tetapi juga memperhatikan kondisi riil di lapangan. Keindahan dan kebersihan kota haruslah dinikmati oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di atas kertas.*


– KlikIndonesia.co –

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB