Menkomdigi: Akun Demo Diduga Terhubung Jaringan Judi Online

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 12:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menkomdigi Meutya Hafid (cnn Indonesia/ANT)

Menkomdigi Meutya Hafid (cnn Indonesia/ANT)

JAKARTA,KLIKINDONESIA– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap adanya aliran dana signifikan di platform digital selama aksi demonstrasi beberapa hari terakhir. Sejumlah akun diduga memanfaatkan situasi dengan menayangkan kekerasan secara langsung dan menerima keuntungan dari fitur donasi serta gifts.

“Sejak beberapa hari terakhir, kami juga memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melalui akun Instagram resminya, Senin (1/9).

Meutya menjelaskan, aliran dana tersebut berasal dari monetisasi konten demo yang menampilkan tindakan anarkis. “Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain temuan aliran dana, Komdigi juga menerima banyak laporan masyarakat mengenai konten provokatif, misinformasi, hingga ajakan penjarahan dan penyebaran isu SARA. “Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi,” tegas Meutya.

Ia menilai arus misinformasi menyebar sangat cepat, mirip banjir bandang, sehingga menenggelamkan informasi yang benar, kritik konstruktif, maupun aktivitas produktif seperti pembelajaran dan UMKM. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan serius dalam menjaga ruang digital tetap sehat.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan pemerintah tetap menghormati warga yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Namun, ia mengingatkan adanya kelompok yang sengaja digerakkan lewat media sosial untuk mendatangi titik tertentu dan menayangkan konten maraton dengan imbalan tidak wajar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Jangan mudah terpancing provokasi, jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan biasakan melakukan pengecekan silang,” katanya.

Meutya juga meminta publik menggunakan sumber informasi yang terpercaya, termasuk media arus utama yang berpegang pada kode etik jurnalistik.*[]

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Dewan Pers Ingatkan Perusahaan Pers Pentingnya Verifikasi Dan Profesionalisme
Ancaman Gempa Megathrust Dan Tsunami Mengintai Pesisir Jakarta
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Masuki Hari Ketujuh
Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS
Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Klik Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:15 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 13:35 WIB

Dewan Pers Ingatkan Perusahaan Pers Pentingnya Verifikasi Dan Profesionalisme

Senin, 14 September 2026 - 13:16 WIB

Ancaman Gempa Megathrust Dan Tsunami Mengintai Pesisir Jakarta

Senin, 14 September 2026 - 09:37 WIB

Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Masuki Hari Ketujuh

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS

Klik Terbaru