KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Korupsi Usai OTT

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026). (CNN Indonesia/ANT)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026). (CNN Indonesia/ANT)

KLIKINDONESIA.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim pada Jumat (3/7/2026).

Selanjutnya, KPK meluruskan kesimpangsiuran lokasi penangkapan kepala daerah tersebut. KPK menegaskan petugas menangkap Syah Afandin di kediaman pribadinya di Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, beredar kabar petugas menangkapnya di acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Saat itu, acara APKASI memang sedang berlangsung di Kabupaten Deli Serdang.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati diamankan di rumah pribadinya yang berlokasi di wilayah Medan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat (3/7).

KPK Sita Ratusan Juta dan Segel Lokasi

Selain Bupati, petugas juga menangkap enam orang lainnya dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas satu orang ASN Pemkab Langkat dan lima pihak swasta.

Lebih lanjut, tim KPK melakukan penangkapan di tiga wilayah, yakni Langkat, Medan, dan Binjai.

Dalam penggerebekan itu, penyidik menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga merupakan fee proyek dari pihak swasta kepada Bupati.

“Tim mengamankan barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga bagian fee proyek,” kata Budi Prasetyo.

Oleh karena itu, penyidik langsung memasang segel KPK (KPK line) di beberapa ruangan dinas. Langkah ini untuk mengamankan lokasi sebelum penyidik melakukan penggeledahan lanjutan.

Dugaan Suap Proyek dan Mutasi Jabatan

Setelah melakukan pemeriksaan intensif 1×24 jam, penyidik berhasil membongkar motif korupsi tersebut. Perkara ini terkait suap proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Langkat.

Faktanya, Syah Afandin diduga meminta fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen dari rekanan kontraktor.

Selain suap proyek, KPK menemukan bukti penerimaan lain senilai Rp3,5 miliar. Uang itu terkait mutasi jabatan, pengangkatan kepala sekolah, dan pengadaan seragam SD.

Resmi Tersangka dan Ditahan 20 Hari

Berdasarkan kecukupan bukti permulaan, KPK akhirnya menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. KPK tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka kasus korupsi.

Selain Afandin, KPK menetapkan pihak swasta bernama Yaqub Abdhal Al Mu’arif sebagai tersangka. Yaqub juga diketahui merupakan tim sukses Afandin pada Pilkada 2024 lalu.

“KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan,” kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein.

Selanjutnya, penyidik menahan kedua tersangka selama 20 hari pertama, mulai 3 hingga 22 Juli 2026.

Afandin mendekam di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, petugas menahan tersangka Yaqub di Rutan Polresta Medan.

Akibat perbuatannya, penyidik menjerat Afandin dengan Pasal 12 huruf a atau b UU Pemberantasan Tipikor. Sedangkan Yaqub dijerat dengan undang-undang yang sama sebagai pihak pemberi suap. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS
Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu

Klik Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB