Synergy of the Baitul Maqdis Baitul Louring Organisasi memegang Saladin Camp

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Institut Al-Fahmu bekerja sama dengan Kampung Maghfirah, Baitul Maqdis Institute (BMI), dan Muhammadiyah Business Union (Sumu) mengadakan Daurah International Saladin Camp #3, di Bogor, Jawa Barat, April-2 Mei 2025.

Daurah berjudul “Building the Baitul Maqdis Baitul Generation” dihadiri oleh 400 peserta pria dan wanita dari berbagai daerah dan organisasi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang berlangsung di Kampung Maghfirah Bogor, Jawa Barat, menghadirkan pembicara internasional, ahli Baitul Maqdis dan Politik Hubungan Internasional, Prof. Dr. Abdul Fattah al-Uwaisi.

Acara ini adalah bentuk kolaborasi dari berbagai organisasi yang prihatin dengan pembebasan Baitul Maqdis dan upaya untuk memberikan pendidikan kepada generasi muda untuk mengeksplorasi lebih lanjut isu -isu penting dari tanah suci Muslim.

Dalam sambutannya, Direktur Institut Al-Fahmu, Fahmi Salim, menyatakan bahwa Daurah ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi pemuatan Baitul Maqdis, dengan semangat perjuangan pahlawan Islam, Salahuddin al-Wayyubi.

Sementara itu, Prof. Abdul Fattah al-Uwaisi dalam pembukaan Daurah berkata, “Saya optimis dan Haqqul Yaqin bahwa Baitul Maqdis akan dibebaskan ketika generasi saya masih hidup. Terutama pada saat Anda semua hidup,” dia menekankan.

Selain itu, ia juga mengatakan, “Saya memiliki data dan bukti kesaksian bahwa Indonesia akan memainkan peran penting dan besar dalam rencana strategis untuk pembebasan Baitul Maqdis,” jelasnya.

Dauroh diharapkan membangun antusiasme dan kesadaran di antara generasi muda tentang pentingnya peran mereka dalam pembebasan Baitul Maqdis. Dengan pengetahuan dan antusiasme yang kuat, kaum muda diharapkan menjadi agen perubahan yang efektif dalam mencapai tujuan mulia ini. “Generasi pemuatan Baitul Maqdis harus benar -benar melek huruf dan memahami peta jalur tanah suci umat Islam,” pungkasnya. Reporter: April Setiawan

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB