Delegasi Hamas tiba di Kairo, membahas perjanjian keseluruhan yang diusulkan dengan Israel

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Hamas tiba di Kairo, Mesir, pada hari Sabtu (4/26/2025), untuk memulai serangkaian pertemuan dengan pejabat Mesir.

Diskusi ini difokuskan pada visi Hamas terkait dengan penghentian agresi militer di Jalur Gaza, pertukaran tahanan dengan Israel.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, proposal perjanjian komprehensif akan dibahas yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan rekonstruksi wilayah yang dihancurkan oleh serangan itu.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyatakan bahwa delegasi itu juga akan membahas pentingnya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan. Terutama pasokan makanan dan obat -obatan, untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza yang mendesak.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pembentukan Komite Dukungan Sosial untuk mengelola urusan sipil di Gaza dan dinamika internal Palestina dan upaya untuk mengatasinya.

Hamas juga menyoroti dampak kebijakan pengepungan dan kelaparan yang diterapkan oleh Israel pada populasi Gaza,

Hamas menekankan bahwa pentingnya tindakan segera untuk membuka akses ke bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Delegasi Hamas dipimpin oleh Muhammad Darwish, ketua Dewan Kepemimpinan Hamas, dan terdiri dari tokoh-tokoh senior seperti Khaled Meshaal, Khalil al-Hayya, Zaher Jabarin, dan Nizar Awadallah.

Sebelumnya, kantor berita Reuters melaporkan bahwa delegasi Hamas dijadwalkan untuk berangkat ke Kairo untuk membahas proposal baru mengenai gencatan senjata jangka panjang, yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Menurut 2 sumber Reuters, proposal tersebut termasuk perjanjian untuk menghentikan pertempuran selama 5 hingga 7 tahun, dengan prasyarat untuk pembebasan semua tahanan yang masih ditahan di Gaza.

Namun, sampai sekarang, Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal gencatan senjata jangka panjang.

Sementara itu, kantor berita AFP juga mengutip seorang pejabat Hamas yang mengatakan bahwa delegasi tersebut membawa sejumlah “ide -ide baru” untuk menemukan solusi deescalization di Gaza.

Pada hari Sabtu pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi komitmennya untuk melanjutkan operasi militer di Gaza.

Netanyahu juga menolak proposal Hamas untuk menawarkan pelepasan semua tahanan di Gaza sebagai imbalan atas penghentian perang dan penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.

Dalam perkembangan lain, Israel baru -baru ini mengajukan penawaran gencatan senjata selama 45 hari sebagai imbalan atas pembebasan 10 Tahanan Kehidupan. Namun, tawaran itu ditolak oleh Hamas.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB