Anak Gajah Tari Kalista Lestari di TNTN Ditemukan Mati Mendadak

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anak gajah betina bernama Tari Kalista Lestari,tutup usia. (mcr)

Anak gajah betina bernama Tari Kalista Lestari,tutup usia. (mcr)

PEKANBARU,KLIKINDONESIA – Dunia konservasi satwa liar di Riau berduka. Seekor anak gajah betina bernama Tari Kalista Lestari, yang selama dua tahun terakhir menjadi ikon pelestarian alam di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), ditemukan mati mendadak pada Rabu (10/9/2025) pagi.

Tari lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, Lubuk Kembang Bunga, pada 31 Agustus 2023, dari induk gajah bernama Lisa. Kehadirannya sejak lahir mendapat perhatian luas, bukan hanya karena kelucuannya, tetapi juga karena ia dianggap sebagai simbol harapan bagi masa depan gajah Sumatera yang kian terancam habitatnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, yang dikenal sebagai orang tua angkat Tari, menyampaikan rasa kehilangan mendalam. “Hari ini, dengan hati yang berat namun penuh keikhlasan, saya sampaikan bahwa putri angkat kami, Gajah Tari Kalista Lestari, telah kembali ke pangkuan alam semesta. Tari bukan sekadar gajah, ia adalah simbol keseimbangan alam yang semakin rapuh,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, kematian Tari harus menjadi momentum memperkuat kesadaran menjaga lingkungan. “Jiwa Tari kini menyatu dengan semesta, menjadi energi yang menginspirasi kita untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa liar,” tambahnya.

Irjen Herry juga berjanji akan terus menjaga Domang, gajah saudara tiri Tari yang masih hidup di TNTN. “Selamat jalan, Tari. Engkau bukan hanya warga kehormatan Riau, tapi juga putri kebanggaan yang mengajarkan kita arti keseimbangan alam,” tuturnya.

Kepala Balai TNTN, Heru Sumantoro, membenarkan kabar duka tersebut. “Pagi tadi waktu mahout mau cek ke lapangan ternyata Tari sudah mati. Padahal semalam masih terlihat baik-baik saja,” katanya.

Heru menjelaskan, tim dokter hewan sedang melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab kematian. “Sampel organ tubuh Tari akan dikirim ke laboratorium di Bogor. Bisa jadi karena infeksi virus, penyakit, atau faktor lain. Gajah ini kadang memang seperti itu, tampak sehat tapi bisa mendadak mati,” jelasnya.*[]

Penulis : REDAKSI

Editor : MAHMUD MARHABA

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Disrupsi Informasi jadi Tantangan, Pemko Pekanbaru Ajak Media Perkuat Kepercayaan Publik
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Kebun Kelapa di Inhil
Jumlah Titik Panas di Riau Turun Drastis Usai Diguyur Hujan
Festival Budaya Bakulupi: Makna Kebersamaan dalam Warisan Budaya Tojo Una-Una
Walikota Pekanbaru Terbitkan Instruksi Kesiapsiagaan Pencegahan Penanggulangan Karhutla
Polda Riau Tetapkan Tersangka Perambahan Hutan Lindung Dumai
Bapenda Pekanbaru Optimalkan Layanan Pajak Keliling
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Penerbangan Bandara SSK II Normal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Klik Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:34 WIB

Disrupsi Informasi jadi Tantangan, Pemko Pekanbaru Ajak Media Perkuat Kepercayaan Publik

Minggu, 13 September 2026 - 19:18 WIB

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Kebun Kelapa di Inhil

Minggu, 13 September 2026 - 11:32 WIB

Jumlah Titik Panas di Riau Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

Festival Budaya Bakulupi: Makna Kebersamaan dalam Warisan Budaya Tojo Una-Una

Minggu, 6 September 2026 - 19:32 WIB

Walikota Pekanbaru Terbitkan Instruksi Kesiapsiagaan Pencegahan Penanggulangan Karhutla

Klik Terbaru