KLIK INDONESIA.CO, MANADO — Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jalan Lumimuut, Kawasan Tikala, Kota Manado, berdiri sebuah bangunan berarsitektur sederhana dengan baluran cat hijau toska. Halamannya berupa hamparan tanah lapang yang tampak tenang, menyiarkan kesan berlanjut dari era terdahulu. Siapa sangka, di balik kesederhanaan fasad tersebut, tersimpan riwayat panjang dari garda depan cetak negara di kawasan timur Nusantara.
Gedung ini merupakan kantor Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Kantor Perwakilan Manado. Berada di bawah naungan Kementerian BUMN, institusi ini memegang peranan krusial sebagai salah satu dari 11 kantor cabang pionir PNRI yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
Secara historis, jalinan riwayat induk perusahaan ini membentang panjang sejak era kolonial Hindia Belanda pada 1809 dengan nama Lands Drukkerij. Pasca-kemerdekaan dan melewati dinamika masa pendudukan, unit bisnis cetak ini dinasionalisasi hingga resmi membentuk Kantor Perwakilan Manado pada 1960. Langkah mendirikan cabang di Sulawesi Utara dilandasi kebutuhan mendesak akan dokumentasi administrasi pemerintahan daerah di kawasan Indonesia Timur yang kala itu berkembang pesat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evolusi kelembagaan kembali tercetak saat Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 1991 resmi menetapkan statusnya menjadi Perusahaan Umum (Perum). Perubahan status hukum tersebut menuntut PNRI Manado mengemban dua mandat utama sekaligus.
Di satu sisi, kantor ini berdiri sebagai Agen Pembangunan (Agent of Development) yang memegang amanah menjaga kerahasiaan dan keamanan dokumen sensitif negara—mulai dari logistik surat suara Pemilu, Lembaran Daerah, naskah Ujian Nasional, hingga dokumen kependudukan bernilai keamanan tinggi. Di sisi lain, PNRI Manado berperan sebagai Unit Bisnis Komersial (Profit Center) yang melayani jasa percetakan umum, penjilidan, dan media bagi sektor korporasi maupun masyarakat luas.
Pantauan Bedainnews.com di lokasi pada Rabu (7/10/2026) pukul 12.00 WITA menunjukkan denyut aktivitas kantor masih berlangsung sebagaimana mestinya. Di balik dinding hijau toskanya yang bersahaja, gedung PNRI Manado tetap berdiri teguh—menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah percetakan negara di Bumi Nyiur Melambai.*[]
Tulisan ini sudah ditayang di Bedainnews.com
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Bedainnews.com















