Bupati Bangkep Tinjau Lokasi Persawahan Kering di Tinangkung Selatan

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 13:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bupati Bangkep Rusli Moidady meninjau lokasi persawahan yang melanda Tinangkung Selatan akibat kemarau panjang serta menginstruksikan pembuatan sumur bor. (Ft: ist)

Bupati Bangkep Rusli Moidady meninjau lokasi persawahan yang melanda Tinangkung Selatan akibat kemarau panjang serta menginstruksikan pembuatan sumur bor. (Ft: ist)

KLIK INDONESIA.MANSAMAT — Musim kemarau panjang memicu krisis air di Kecamatan Tinangkung Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Debit air dari Pegunungan Mandomi menurun drastis sehingga pasokan air ke areal persawahan warga terhenti total.

Kondisi darurat ini memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Bupati Bangkep, Rusli Moidady, merespon laporan Camat Tinangkung Selatan dengan mendatangi langsung lokasi persawahan terdampak pada Jumat (18/9/2026).

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Bangkep Ir. Asrin, Kabag Prokopim Maslan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Tinangkung Selatan. Rombongan melihat langsung kondisi lahan pertanian warga yang retak dan mengering.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Instruksi Langkah Kedaruratan dan Sumur Bor

Di lokasi persawahan, Rusli Moidady menginstruksikan Kalak BPBD untuk segera mengambil tindakan cepat. Pemkab Bangkep menyiapkan penanganan darurat guna mendistribusikan air bersih serta merencanakan pembuatan sumur bor sementara di titik krusial.

Camat Tinangkung Selatan, Dian Dewinda Nophan Saleh, menjelaskan bahwa fenomena kemarau ini berdampak besar pada penurunan produksi padi lokal. Hasil panen petani merosot sangat tajam akibat kekeringan.

“Pendapatan masyarakat biasanya per sekali panen bisa menghasilkan 4 sampai 5 ton, kini berkurang hanya menjadi 1 setengah ton,” ujar Dian Dewinda Nophan Saleh.

Khawatir Potensi Alih Fungsi Lahan Pertanian

Dian berharap Pemkab Bangkep segera merealisasikan solusi teknis jangka pendek maupun panjang. Pihaknya mengkhawatirkan dampak psikologis petani jika kemarau ini berlangsung lebih lama.

“Kami khawatir jangan sampai musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat para petani mengalihkan fungsi lahan mereka dari persawahan menjadi perkebunan,” pungkas Camat Tinangkung Selatan.*[]

Penulis : Victor Reppie

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Wakil Bupati Serfi Kambey Monitoring Pengerjaan Jalan dan Gotong Royong di Desa Olusi
Pelayanan Puskesmas Biak Terus Ditingkatkan, Utamakan Kebutuhan Kesehatan
Cagar Biosfer Togean: Menguatkan Promosi Wisata, Budaya, dan PAD Tojo Una-Una
Pemkab Bangkep Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Krisis Air Bersih
Wabup Bangkep Serfi Kambey Pimpin Rapat Pelaksanaan Car Free Day di Salakan
Festival Bakulupi 2026 Berakhir, Semangat Persatuan dan Budaya Touna Harus Terus Menyala
Wabup Bangkep Terima Aspirasi Pelaku UMKM Taman Kota Salakan
Camat Tingsel Ajak Masyarakat Sholat Istisqa Hadapi Musim Kemarau

Klik Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:39 WIB

Wakil Bupati Serfi Kambey Monitoring Pengerjaan Jalan dan Gotong Royong di Desa Olusi

Jumat, 18 September 2026 - 13:42 WIB

Bupati Bangkep Tinjau Lokasi Persawahan Kering di Tinangkung Selatan

Jumat, 18 September 2026 - 09:15 WIB

Pelayanan Puskesmas Biak Terus Ditingkatkan, Utamakan Kebutuhan Kesehatan

Jumat, 18 September 2026 - 07:45 WIB

Cagar Biosfer Togean: Menguatkan Promosi Wisata, Budaya, dan PAD Tojo Una-Una

Kamis, 17 September 2026 - 18:17 WIB

Pemkab Bangkep Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Krisis Air Bersih

Klik Terbaru