Kasus Cacar Monyet Muncul di Meranti, Satu Santri Meninggal

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (alodokter)

Ilustrasi (alodokter)

MERANTI,KLIKINDONESIA – Warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dikejutkan kabar dugaan empat santri di sebuah pesantren di Selatpanjang terinfeksi cacar monyet (monkeypox/Mpox). Dari jumlah itu, satu pasien meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Meranti pada Jumat (19/9/2025).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengonfirmasi satu korban meninggal merupakan bagian dari tiga pasien dengan gejala serupa cacar monyet. “Gejala yang muncul memang mengarah ke monkeypox, seperti ruam di kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Tapi untuk kepastian, kami masih menunggu hasil laboratorium dari Pekanbaru,” kata Ade, Ahad (21/9/2025).

Menurutnya, satu pasien kini berangsur membaik, sementara dua lainnya berstatus suspek. Dinas Kesehatan sejak Kamis (18/9/2025) telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran kontak erat. “Hasil sementara tidak ada penambahan kasus baru,” jelas Ade.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) H. Asmar, mengaku sudah menerima laporan dari pesantren terkait kasus tersebut. “Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit. Ternyata memang benar ada satu pasien meninggal, satu lagi dirawat, dan dua lainnya sudah dipulangkan,” ujarnya.

Asmar menegaskan pemerintah daerah akan memastikan penanganan cepat. “Kalau fasilitas lokal tidak memadai, pasien akan segera dirujuk ke Pekanbaru,” katanya. Ia juga membuka opsi meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara di pesantren. “Nanti saya koordinasi lagi sama pimpinan pesantren,” tambahnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan, dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala seperti demam, ruam, atau pembengkakan kelenjar. Upaya pencegahan juga disarankan, termasuk menghindari kontak dengan penderita, rajin mencuci tangan, dan memakai masker medis bila sakit.

Sejak pertama kali ditemukan pada 2022, tercatat 88 kasus cacar monyet di Indonesia hingga Agustus 2024, dengan 87 pasien dinyatakan sembuh.(mcriau)

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: MC RIAU

Klik Terkait

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih
PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Polresta Pekanbaru Bongkar Peredaran Narkoba di Kampung Dalam

Klik Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Senin, 8 Juni 2026 - 20:19 WIB

Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih

Senin, 8 Juni 2026 - 19:51 WIB

PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB