Densus 88 Ungkap 110 Anak Direkrut Jaringan Terorisme

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 13:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif


Densus 88 AT Polri bersama BNPT menggelar konferensi pers "Penanganan Anak Rekrutmen Secara Online Terhadap Anak-anak Oleh Kelompok Terorisme" di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025). ANT

Densus 88 AT Polri bersama BNPT menggelar konferensi pers "Penanganan Anak Rekrutmen Secara Online Terhadap Anak-anak Oleh Kelompok Terorisme" di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025). ANT

JAKARTA, KLIKINDONESIA — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap adanya 110 anak yang diduga direkrut oleh jaringan terorisme di 23 provinsi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa rekrutmen tersebut menyasar anak berusia 10 hingga 18 tahun. “Ada sekitar 110 anak yang tersebar di 23 provinsi dan diduga direkrut oleh jaringan terorisme,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa.

Trunoyudo menjelaskan bahwa jaringan terorisme menggunakan modus propaganda digital secara bertahap. “Propaganda awal disebarkan melalui platform terbuka seperti Facebook, Instagram, dan game online,” katanya. Konten yang digunakan meliputi video pendek, animasi, meme, hingga musik yang dikemas menarik untuk menanamkan kedekatan emosional dan ketertarikan ideologis. Setelah itu, target potensial dihubungi secara pribadi melalui platform tertutup seperti Facebook dan Telegram.

Ia menegaskan, kerentanan anak terpapar radikalisme dipicu faktor sosial seperti bullying, kurangnya perhatian keluarga, pencarian jati diri, marginalisasi sosial, serta rendahnya literasi digital dan pemahaman agama.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menambahkan bahwa tren rekrutmen anak meningkat tajam. “Pada 2011–2017 hanya 17 anak diamankan. Tetapi pada akhir 2024 hingga 2025 jumlahnya mencapai 110 anak,” katanya. Ia menilai proses rekrutmen melalui media daring kini sangat masif.

Polri bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah anak menjadi korban rekrutmen. Mayndra mengimbau semua pihak memperkuat pengawasan. “Pencegahan paling efektif dimulai dari rumah,” ujarnya.*[]

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Polisi Geledah Rumah Pencuri Kotak Amal di Pekanbaru
TRC Reskrim Polres Bangkep Amankan Pelaku Penganiayaan di Lesan
Bom Ikan di Touna Ancam Ekosistem, Pengawasan Harus Diperketat
Bareskrim Polri Tangkap Pengedar Vape Narkoba di Riau
Deportasi WNA Tiongkok Bukti Ketegangan Aturan Keimigrasian Gorontalo
Komisi 3 DPRD Bone Bolango Minta Pemda Perketat Pengawasan Tambang
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya
KPK Siap Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Sesuai SOP

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Klik Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:13 WIB

Polisi Geledah Rumah Pencuri Kotak Amal di Pekanbaru

Jumat, 4 September 2026 - 13:08 WIB

TRC Reskrim Polres Bangkep Amankan Pelaku Penganiayaan di Lesan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Bom Ikan di Touna Ancam Ekosistem, Pengawasan Harus Diperketat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Pengedar Vape Narkoba di Riau

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Deportasi WNA Tiongkok Bukti Ketegangan Aturan Keimigrasian Gorontalo

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB